Mengetahui Ciri-ciri Gegar Otak sejak Dini

 

Mengetahui Ciri-ciri Gegar Otak sejak Dini

merupakan trauma kepala namun tidak disertai kerusakan pada jaringan otak. juga tidak menyebabkan pingsan dalam jangka waktu lebih lama dari 10 menit. Seseorang yang terkena sesudah sadar dari pingsan bisa merasakan keluhan muntah-muntah dan juga pusing. Selain itu, ini juga dapat diikuti penyakit lainnya seperti amnesia retrograde maupun vertigo. Untuk Anda ketahui mengenai amnesia retrograde, ini merupakan kondisi seseorang yang kehilangan ingatan dalam periode terbatas dan terjadi sebelum kecelakaan. juga memiliki istilah lainnya, istilah tersebut yaitu konkusio otak. bisa berlangsung lama maupun hanya beberapa detik saja. Ada juga seseorang yang tidak langsung mengalami ciri gejala gegar otak. Perhatikan beberapa ciri gejala gegar otak berikut:

  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Merasa kebingungan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  • Kehilangan ingatan tentang peristiwa sebelum benturan maupun ingatan tepat setelah terjadi gegar otak.
  • Mengalami masalah keseimbangan tubuh.
  • Telinga berdenging.
  • Tiba-tiba cara bicara menjadi cadel.
  • Perubahan perilaku.

Sakit Kepala Ciri Gegar Otak

Gegar otak dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu tingkat ringan, sedang, dan berat. Selain dilihat dari faktor kehilangan kesadaran, keparahan gegar otak juga dapat dilihat dari bagaimana seseorang kehilangan keseimbangan, serta kehilangan ingatan atau amnesia. Berikut gambaran tentang .

  1. Gegar otak ringan. Gejala berlangsung kurang dari lima belas menit. Penderita tidak mengalami kehilangan kesadaran.
  2. Gegar otak sedang. Gejala dapat bertahan lebih dari lima belas menit. Penderita juga tidak mengalami kehilangan kesadaran.
  3. Gegar otak berat. Seseorang yang pingsan, bahkan hanya untuk beberapa detik, dapat dikategorikan mengalami ciri-ciri gegar otak yang berat.

Gegar Otak Berat

Segera cari bantuan medis jika Anda mengetahui seseorang mengalami kondisi seperti:

  • Keluar cairan atau darah dari hidung atau telinga.
  • Tidak bisa menggerakkan bola mata.
  • Mengalami kelemahan otot, baik pada kedua sisi tubuh maupun salah satu sisi.
  • Ukuran pupil mata tidak sama antara mata yang satu dengan mata yang lainnya.
  • Muntah yang terus berulang.
  • Kesulitan untuk berjalan atau mengalami masalah keseimbangan.
  • Kebingungan yang tidak kunjung hilang.
  • Kehilangan kesadaran untuk waktu yang lama atau bahkan koma.

Hal-hal tersebut bisa jadi tanda bahwa seseorang mengalami cedera otak yang lebih serius dari pada gegar otak.

Pemeriksan CT Scan pada Kepala

Bila diduga mengalami ciri-ciri gegar otak, dokter akan memeriksa fungsi koordinasi dan refleks tubuh. Untuk mencari apakah terjadi cedera otak yang serius, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan Computerized Tomography atau CT scan pada kepala, pencitraan resonansi magnetik atau MRI pada otak, maupun pemeriksaan dengan Elektroensefalografi (EEG) untuk melihat aktivitas listrik pada otak jika pasien mengalami kejang yang berkelanjutan. Pada kasus gegar otak ringan hingga sedang, dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang nyeri yang tidak mengandung aspirin (seperti parasetamol). Dalam kurun waktu tiga hari, gejala pasien diobservasi apakah terjadi perburukan. Bila hal tersebut terjadi, pasien perlu segera kembali lagi ke dokter. Sementara itu, pada kasus gegar otak berat mungkin diperlukan perawatan yang lebih intensif di rumah sakit.

Penanganan untuk Gegar Otak

:

  • Yang pertama harus dilakukan pada orang yang mengalami gegar otak adalah dengan membaringkannya di tempat tidur dan menaruh kantong es di kepalanya. Sesering mungkin, periksalah denyut nadinya untuk melihat apabila ada kelainan (lemah-normal, teratur-tidak teratur), dan ukur tekanan darah setiap jam hingga stabil.
  • Jika penderita gegar otak mengalami shock, rawatlah sesuai penanganan untuk shock, yaitu dengan mengangkat bagian kaki tempat tidur 15 centimeter lebih tinggi daripada kepalanya. Jika kepalanya mengalami rudapaksa, usahakan untuk dilakukan pemeriksaan X-ray atau juga CT-Scan pada tengkorak.
  • Perhatikan dengan seksama jika ada perbedaaan besar pada kedua manik bola matanya. Jika satu manik mata lebih besar dari mata yang satunya atau sakit kepalanya semakin hebat, jangan lagi dirawat dirumah, segeralah bawa ke rumah sakit. Termasuk juga bila muncul tanda kelumpuhan pada muka atau pada bagian tubuh lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *