Perawatan Cedera Kepala Ringan

Perawatan Cedera Kepala Ringan

Tengkorak dan tulang wajah akan melindungi otak, yang merupakan organ halus. Jika tengkorak cedera, maka otak akan menjadi lebih rentan mengalami masalah. Ketika seseorang mengalami benturan di kepala, otak dapat bergetar, tengkorak dan tulang wajah dapat cedera. Jenis cedera seperti ini dapat menyebabkan pembengkakan atau bahkan pendarahan pada otak. Jenis yang paling umum adalah . bisa disertai atau tidak disertai dengan kehilangan kesadaran. Kehilangan kesadaran pada umumnya berlangsung singkat, seiring proses pemulihan yang cepat. Jika Anda mengira seseorang telah mengalami , maka perhatikan hal-hal berikut:

  • Periksa kesadarannya.
  • Jika penderita tidak sadar, periksa ABC (airway, breathing, circulation) atau jalan napas, pernapasan dan sirkulasi.
  • Jangan memindahkan penderita kecuali memang diperlukan.
  • Periksa kesadaran mentalnya.
  • Periksa matanya.
  • Perhatikan bila terjadi muntah.
  • Biarkan penderita terjaga selama beberapa waktu untuk melihat apakah kondisinya semakin memburuk.
  • Perlu diketahui bahwa keluhan yang telah hilang dapat muncul kembali di kemudian hari bahkan dengan keluhan yang lebih parah.
  • Perlu diketahui bahwa gegar otak pada anak-anak bisa memburuk dengan sangat cepat.

Pemeriksaan  CT-Scan Cedera Kepala

di rumah sakit biasanya meliputi:

  1. Obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi sakit kepala.
  2. Tidak boleh makan dan minum sampai diizinkan dokter.
  3. Obat anti muntah untuk setiap kali mual atau muntah.
  4. Jika penderita mengalami sakit pada leher, pemeriksaan leher dengan X-ray mungkin akan dilakukan.
  5. CT-Scan mungkin juga diperlukan.
  6. Untuk kasus cedera kepala ringan, biasanya penderita tidak memerlukan rawat inap.

Beristirahat Perawatan Cedera Kepala Ringan di Rumah

Perawatan cedera kepala ringan di rumah. Tentunya dengan saran dan bimbingan dari dokter, perawatan cedera kepala yang bisa di lakukan antara lain:

  1. Jangan mengemudi sendiri ketika diperbolehkan dokter pulang.
  2. Beristirahatlah total setidaknya untuk satu hari.
  3. Kompres daerah yang bengkak dan sakit dengan batu es.
  4. Minum obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol. Biasanya obat-obat ini sudah diresepkan oleh dokter. Jangan lupa periksa aturan pakainya.
  5. Jangan sendirian. Sebaiknya selama 24 jam kedepan Anda harus ditemani seseorang. Hal ini berguna ketika Anda membutuhkan bantuan.
  6. Jangan makan dan minum pada 6 jam atau 12 jam pertama, kecuali memang telah diizinkan dokter.
  7. Setelah dokter mengizinkan makan, makanlah makanan ringan.
  8. Jangan mengonsumsi alkohol minimal 24 jam pertama (lebih baik selamanya).
  9. Jangan pernah mengonsumsi obat penenang atau obat tidurkecuali memang diresepkan atau disarankan dari dokter.
  10. Anak-anak diperbolehkan tidur, namun mereka harus dibangunkan setiap empat jam untuk memeriksa kondisi mereka dan mengukur reaksi mereka pada hal-hal yang sudah akrab dengan mereka.

Resiko Cedera Kepala

Tidak ada pengobatan khusus untuk cedera kepala ringan, selain perawatan cedera kepala ringan dengan beristirahat dan tidak berlebihan dalam beraktivitas membantu cedera menjadi tidak parah. Perlu diketahui bahwa:

  • Ketidakmampuan dalam mengingat kejadian seputar cedera kepala merupakan hal yang biasa.
  • Merasa lemah atau lesu dari biasanya adalah hal yang normal.
  • Otak butuh waktu untuk pulih dari cedera kepala. Selama periode ini, sakit kepala, pusing dan masalah pikiran kognitif umum terjadi.
  • Masalah pada fungsi otak bisa berupa perubahan mood dan kesulitan dalam berkonsentrasi, mengingat sesuatu, kesulitan melakukan pekerjaan yang rumit.
  • Umumnya, gejalanya akan hilang atau sembuh total dalam beberapa hari.
  • Sebagian orang mengalami gejala yang berlanjut. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter.

Perawatan Cedera Kepala

Sebelum Anda kembali ke aktivitas normal, sebaiknya pastikan terlebih dahulu bahwa Anda sudah merasa jauh lebih baik. Jangan pergi bekerja atau ke sekolah hingga Anda benar-benar pulih sepenuhnya. Lamanya waktu pemulihan bisa bervariasi, karena akan tergantung dari seberapa parah cedera kepala Anda. Jangan berolahraga sampai semua gejala hilang, atau Anda merasa telah pulih sepenuhnya. Hal ini akan berisiko cedera sebab cedera kepala yang belum pulih masih membawa reaksi dan berpikir yang lambat. Jika Anda mengalami cedera kepala lagi padahal cedera kepala yang lama belum sembuh, cedera kepala yang kedua ini biasanya akan lebih parah. Gegar otak kedua yang terjadi sebelum gegar otak pertama Anda pulih (biasanya kurun waktu singkat, jam, hari atau bisa minggu) akan memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko pengembangan masalah jangka panjang. Pada kasus yang cukup jarang terjadi, gegar otak berulang dapat menyebabkan pembengkakan otak (edema), kerusakan otak permanen hingga kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *